ilustrasi Prabu Ajisaka

Benarkah kisah Aji Saka itu hanya mitos? Atau malah ada fakta historis di balik kisah tersebut? Simak kisahnya berikut:

Para sesepuh Jawa, Sunda, Sumatra dan mungkin saja daerah lain di Nusantara pasti sudah akrab dengan kisah asal usul bangsa kita yang terangkum dalam kisah Aji Saka. Dalam kisah ini, leluhur nusantara ini dikatakan telah berkelana dari “Bhumi Majethi” menuju tanah Jawa dan membebaskan penduduk pribumi dari kekejaman raja Dewata Cengkar hingga akhirnya Aji Saka dan pengikutnya menetap dan bercampur dengan penduduk lokal.

Fakta historis menyatakan bahwa memang ada bangsa bernama SAKA di asia tengah dan salah satu branch dari bangsa ini adalah SAKA MASSAGETAE dimana mereka telah mengalahkan dan membunuh raja Persia yang menjadi super power dunia kala itu di 530 sebelum masehi (SM). Jika diperhatikan, Majethi mirip dengan Massagetae dengan distorsi pengucapan oleh lidah lokal. Kebetulan? Mungkin saja. Beberapa cabang dari bangsa saka lain yang muncul setelah Massagetae adalah Dahae dan Kidarite, seolah mirip dengan nama kerajaan kita yaitu Kediri dengan ibu kotanya Daha. Masih dianggap kebetulan?

Berikut Fakta yang lebih historis, Salah satu cabang dari bangsa Saka yang muncul di abad 2 SM adalah Yue Zhi (Ejaan dari catatan dinasti di china, namun nama sebenarnya tidak diketahui, seolah mirip ya wa atau ya wi yang di china-kan). Mereka hidup di daerah Tarim Basin dan menjadi penguasa padang rumput asia tengah dikala itu dengan keahlian dalam berkuda dan memanah. Pada sekitar 1 SM, terjadi kekacauan di negaranya hingga akhirnya raja Yue Zhi tewas dan bangsanya bermigrasi ke selatan menuju Afghanisthan dan India. Akhirnya mereka mendirikan Kerajaan Kushan yang berkuasa hampir di seluruh India dan sebagian china dan sangat kaya raya.

Menariknya, di sekitar tahun 78 masehi (M), tepat dengan dimulainya kalender saka dengan kisah Aji Saka mendirikan kerajaan Jawa, terjadi pergeseran kepemimpinan pula di Kerajaan Kushan. Raja kedua, dicatat berbeda oleh beberapa sumber dan ada dua tokoh besar, satu mengatakan Vima Taktu, yang lain mengatakan Sadaskhana. Yang mana yang benar? Yang jelas, raja ini juga digelari “raja diraja, sang juru selamat besar”. Seolah mengingatkan kita tentang kisah aji saka yang menyelamatkan rakyat medang kamulan dari raja jahat Dewata Cengkar.

Lalu siapakah Aji Saka disini, Vima Taktu atau Sadashkana?? Sangat rancu namun yang jelas Sadashkana juga disebut sebagai “anak Lain” dan saudara dari Vima Taktu. Tepat di masa-masa ini pula dinasti di China mencatat tentang negara Jawa pertama kali dan dipimpin oleh raja yang dinamakan Diao Bian serta berhijrah dari India. Sejarah kita mencatat bahwa di masa ini pula Raja Dewa Warman mulai berkuasa di Salaka Negara dan dia datang dari India bersama pengikutnya. Dari Salaka Negara inilah selanjutnya muncul Taruma Negara, Medang Mataram, Sriwijaya, dan lainnya.

Benarkah Aji Saka sang pembuat aksara hanacaraka yang dimaksud dalam sejarah asal usul orang Nusantara ini adalah Raja Dewa Warman alias Sadashkana (atau Vima Takto) alias diao bian?? Perlu penelitian lebih lanjut untuk masalah ini. Namun sejarah telah membuktikan bahwa legenda Aji Saka bukanlah mitos.

Sekedar tambahan, bahwa hingga abad ke 16 menurut catatan Portugis, para bangsawan di Jawa masih sangat gemar berburu dan mereka seolah terobsesi dengan berburu hingga kebanyakan seni lukisan di rumah mereka menggambarkan suasana perburuan. Bahkan mereka berburu dengan baju kebesaran. Bisa jadi ini adalah tradisi yang telah dimulai sejak di asia tengah saat masih menjadi penunggang kuda dan pemanah, mengingat kondisi hutan di Jawa yang lebat tidak memungkinkan adanya inisiatif dan obsesi untuk memulai tradisi berburu.

Sumber:
-Rabatak Inscription
-Wikipedia: Kushan Empire
– Legenda Aji Saka

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *